Beranda
  • Agar ke Sekolah Tak Seberangi Sungai, Pemkab Segar

    TIMESINDONESIA, JAKARTA – Murid TK dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Opo-opo, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, dalam waktu dekat, tak akan lagi menyebrangi sungai saat pergi dan pulang sekolah. Pasalnya, Pemkab setempat akan segera membangun jembatan gantung di sungai tersebut. Pembangunan jembatan dengan model gentung akan dibangun pada 1 Maret 2018 mendatang, dengan panjang 35 meter, dan lebar 1,6 meter. Hal ini diungkapkan Penjabat Pelaksana Harian (PLH) Bupati Probolinggo Soeparwiyono, saat meninjau di lokasi sungai tanpa jembatan tersebut, Selasa (27/2/2018). “Ya, jenis jembatan yang akan dibangun ini adalah jembatan gantung, dengan panjang dan lebar yang sudah saya sebutkan tadi. Kurang lebih membutuhkan 5 bulan dari awal proses pembangunan hingga selesai nanti. Sebetulnya, pembangunannya sudah kami anggarkan sejak 2017 lalu, sejak munculnya berita tentang siswa-siswi menyeberang sungai ini,” katanya. Sebelumnya kata dia, pihak Pemkab melakukan survei saat itu, dan memang membutuhkan jembatan, sehingga dibuatkan anggaran. Soeparwiyono menyebut, kenapa tidak dibangun jembatan beton, karena dengan jembatan gantung sangat mudah untuk akses warga masyarakat dan pelajar untuk menggunakannya. “Segera kita bangun jembatannya, InsyaAllah awal Maret 2018. Karena kita harus menunggu segala persiapannya. Tidak mungkin ketika kita butuh sekarang langsung dibangun sekarang, karena masih ada proses dan melewati perencanaan di tahun sebelumnya,” terangnya. Sementara dikatakan Hendri, salah satu warga setempat, dia mengaku bangga dan senang, karena dirinya dan warga di dua Dusun yakni Dusun Kedung Miri dan Dusun Gunung Wurung, akan segera mempunyai jembatan untuk akses jalan utama. “Senang mas, karena kami bisa tenang meski musin hujan, terutama anak pelajar di sini bebas dari cengkraman maut, karena setiap musim hujan pasti banjir datang, sekarang kami senang, anak pelajar lancar bersekolah,” tuturnya. (*)

  • Bupati Pastikan Jembatan Gantung Opo Opo Direalisa

    KABARRAKYAT, PROBOLINGGO – Pejabat Pelaksana Harian Bupati Probolinggo Soeparwiyono memastikan realisasikan jembatan gantung di Desa Opo Opo, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo menjawab persoalan terisolirnya dua Dusun. Respon cepat pemerintah kabupaten Probolinggo ini disambut gembira 50 kepala keluarga di dua dusun Gunung Wurung dengan Kedungmiri. Persoalan terisolirnya Dusun Kedungmiiri dengan Dusun Gunung Wurung di Desa Opo- Opo sempat menjadi sorotan media. Pemerintah Kabupaten Probolinggo akhirnya mengambil langkah cepat mengatasi keluhan warga di dua Dusun tersebut. Sebelumnya warga bertahun- tahun kesulitan melakukan aktifitas karena tidak memiliki sarana jembatan penghubung. Selama ini warga melakukan aktifitas keluar dengan cara menyeberangi sungai. Kegiatan warga terhambat jika kondisi sungai banjir. ” Pemerintah Kabupaten Probolinggo merespon cepat dengan mengalokasikan dana pembuatan jembatan gantung sepanjang 35 meter dengan lebar 1,5 meter dengan ketinggian 5 meter dari permukaan sungai. Sementara untuk beban maksimal adalah 2 ton. Anggaran proyek jembatan gantung diambil dari anggaran 2018 dan awal Maret proyek sudah direalisasikan,” kata Pejabat Pelaksana Harian Bupati ProbolinggoSoeparwiyono saat meninjau lokasi proyek jembantan gantung di Desa Opo- Opo,Selasa ( 27/2/2018). Baca juga : Gubernur Tugaskan Sekda Soepariyono PLH Bupati Probolinggo Ada Pilkada Kabupaten Probolinggo ASN Wajib Netral Realisasi proyek jembatan gantung ini menyerap anggaran Rp.800 juta. MenurutSoeparwiyono proyek jembatan gantung sudah diusulkan dalam muskerbang. ” Ini hanya masalah prosesnya saja yang memakan waktu. Namun hari ini saya pastikan proyek sudah siap di eksekusi diawal Maret ini,” bebernya. Kehadiran rombongan Plh Bupati Probolinggo didampingi Kadis PU-PR Prijono, BAPPEDA Anggit, Kadis Kominfo Tutug Edi Utomo dan Muspika Kecamatan Krejengan disambut gembira warga setempat. Didik Sugianto Kades Opo-Opo mengaku senang harapan warga yang selama ini kesulitan keluar masuk Dusun bisa terjawab dengan proyek jembatan gantung. ” Dengan dukungan semua pihak keinginan warga Dusun Gunung Wurung dan Kedungmiri untuk memiliki jembatan penghubung akan terealisasi.Kami senang dengan berita ini apalagi Maret ini sudah bisa dikerjakan. Harapan saya semua warga bisa merawat bersama jembatan gantung tersebut,”ungkap Didik saat mendampingi rombongan Bupati.

  • Warga di Kabupaten Probolinggo Bakal Dapat Jembata

    Probolinggo pojokpitu.com, Derita anak-anak di Dusun Kedung Miri, Desa Opo Opo, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, dalam menantang maut menyeberangi sungai saat akan berangkat ke sekolah, kemungkinan besar akan berakhir. Pemerintah telah merespon berita yang beberapa akhir ini viral di beberapa media mengenai anak sekolah di dusun tersebut, yang rela menyebrangi sungai demi menuju ke sekolah. Tim dari pemerintah Kabupaten Probolinggo, mulai dari pelaksana harian bupati, kepala Bappeda, dan kepala dinas pekerjaan umum dan perumahan rakyat langsung mensurvey lokasi yang akan dibangun jembatan. Jembatan yang akan dibangun nantinya, menggunakan jenis jembatan gantung yang memiliki panjang 35 meter dengan lebar 1,6 meter, dan terbuat dari plat baja dengan tali seling baja. Dalam pengerjaan jembatan ini, pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp 800 juta dan akan dimulai bulan Marat nanti. Ditargetkan jembatan ini sudah dipakai 4 sampai 5 bulan kemudian. Pelakasana Harian Bupati Probolinggo, Suparwiyono, menjelaskan, pihak pemerintah sebetulnya sudah menganggarkan jauh hari , "Anggarannya sudah ada sejak lama, dan baru akan dibangun pada tahun 2018 ini," jelas Suparwiyono. Warga di dusun ini, khususnya anak-anak menyambut senang atas perhatian dari pemerintah setempat. Derita mereka yang menantang maut dengan menerjang arus saat menyeberangi sungai dipastikan akan tinggal cerita. Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan anak Dusun Kedung Miri, Desa Opo Opo, harus menerjang arus sungai saat menyeberangi sungai berangkat ke sekolah. Di dusun ini setidaknya ada 200 jiwa, dan sehari hari harus melewati sungai saat pergi ke dusun sebelah.(yos)

  • Pemkab Probolinggo Genjot Ekonomi Masyarakat

    Probolinggo (wartabromo.com) – Dalam dua tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melakukan pembenahan infrastruktur jalan secara besar-besaran. Pada tahun 2017 ini, Pemkab Probolinggo mengalokasikan anggaran Rp 126 Miliar, menuju kondisi jalan mantap. Anggaran untuk pembenahan jalan tersebut, disebar merata di 24 kecamatan. Bentuknya ada yang berupa peningkatan, pemeliharaan berkala, hingga pemeliharaan rutin serta pembangunan jembatan. Total, berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUPR), anggaran ini terbagi dalam 204 paket pekerjaan. Dengan anggaran tersebut, ruas jalan kabupaten yang tergarap sekitar 185,496 kilometer. Bupati Probolinggo, P. Tantriana Sari, SE. mengakui baru bisa fokus pada perbaikan infrastruktur jalan dalam dua tahun terakhir. Hal itu merupakan konsekwensi dari penetapan Kraksaan sebagai Ibukota Kabupaten Probolinggo. “Kenapa baru dua tahun terakhir? Karena tahun anggaran sebelumnya kami masih memprioritaskan pembangunan kantor pemkab (di Kota Kraksaan, Red),” katanya. Bupati menargetkan, dalam dua tahun ke depan, realisasi jalan mantap bisa dicapai. Artinya pada 2019 nanti, masyarakat sudah menikmati dan memanfaatkan jalan mantap untuk mempercepat arus ekonomi. Tak hanya sektor ekonomi, sektor pendidikan, kesehatan, wisata dan sektor lainnya, juga ikut tumbuh. “Diharapkan nantinya, sirkulasi barang dan jasa lancar karena sudah tidak terhambat. Semua sektor bergerak, ekonomi rakyat membaik dan berkorelasi dengan peningkatan IPM (Indeks Pembangunan Manusia, Red),” harap istri mantan Bupati Probolinggo Drs. Hasan Aminddin, Msi, ini. Kepala DPUPR, Prijono menuturkan, agar estimasi waktu 2 tahun menuju kondisi jalan mantap di Kabupaten Probolinggo tak meleset, pihaknya sudah membuat skala prioritas. Prioritas pertama yang menjadi sasaran, adalah akses dari jalan nasional menuju tempat yang berpotensi wisata. Berikutnya adalah jalan alternatif atau arteri, seperti ruas jalan Tegalsiwalan-Banyuanyar hingga Pajarakan Kemudian ada Jalan Penghubung atau poros kecamatan, serta jalan dengan lalu lintas harian yang tinggi, menjadi prioritas berikutnya. Dalam kriteria ini, ada ruas jalan Pajarakan-Condong, Condong-Manggisan, Manggisan-Tiris, dan Manggisan-Krucil, termasuk di dalamnya. Jenis pekerjaannya adalah peningkatan jalan, berupa perkerasan aspal, baik pengaspalan biasa atau hotmix; juga ada berupa rigid beton atau perkerasan kaku. Selain itu, juga melakukan pemeliharaan jalan rusak dengan melakukan tambal sulam. Ada beberapa jenis tambal sulam yang dilakukan meliputi labur aspal dua lapis (burda), labur aspal satu lapis (burtu) dan lapis tipis aspal pasir (latasir). “Hingga akhir tahun ini, kondisi jalan mantap mencapai 85 persen. Nantinya di 2018 nanti, kami targetkan hingga 92-93 persen. Kekurangan sekitar 7 persen itu, kami rencanakan di tahun berikutnya,” ujar Prijono. Pada tahun depan, anggaran yang dialokasikan naik, yakni Rp.140,828 miliar dengan panjang jalan yang dicover mencapai 123,706 kilometer. Anggaran ini, sudah disetujui oleh DPRD Kabupaten Probolinggo dalam APBD 2018 mendatang. (**/saw)

Berita

Warga di Kabupaten Probolinggo Bakal Dapat Jembata

Probolinggo pojokpitu.com, Derita anak-anak di Dusun Kedung Miri, Desa Opo Opo, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, dalam menantang maut menyeberangi sungai saat akan berangkat ke sekolah, kemungkinan besar akan berakhir. Pemerintah telah merespon berita yang beberapa akhir ini viral di beberapa media mengenai anak sekolah di dusun tersebut, yang rela menyebrangi sungai demi menuju ke sekolah. Tim dari pemerintah Kabupaten Probolinggo, mulai dari pelaksana harian bupati, kepala Bappeda, dan kepala dinas pekerjaan umum dan perumahan rakyat langsung mensurvey lokasi yang akan dibangun jembatan. Jembatan yang akan dibangun nantinya, menggunakan jenis jembatan gantung yang memiliki panjang 35 meter dengan lebar 1,6 meter, dan terbuat dari plat baja dengan tali seling baja. Dalam pengerjaan jembatan ini, pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp 800 juta dan akan dimulai bulan Marat nanti. Ditargetkan jembatan ini sudah dipakai 4 sampai 5 bulan kemudian. Pelakasana Harian Bupati Probolinggo, Suparwiyono, menjelaskan, pihak pemerintah sebetulnya sudah menganggarkan jauh hari , "Anggarannya sudah ada sejak lama, dan baru akan dibangun pada tahun 2018 ini," jelas Suparwiyono. Warga di dusun ini, khususnya anak-anak menyambut senang atas perhatian dari pemerintah setempat. Derita mereka yang menantang maut dengan menerjang arus saat menyeberangi sungai dipastikan akan tinggal cerita. Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan anak Dusun Kedung Miri, Desa Opo Opo, harus menerjang arus sungai saat menyeberangi sungai berangkat ke sekolah. Di dusun ini setidaknya ada 200 jiwa, dan sehari hari harus melewati sungai saat pergi ke dusun sebelah.(yos)

Galeri Probolinggo

  • Kontak

    • Telepon : 0335-841202

    • FAX : 0335-841202

    • E-mail : pupr2017@gmail.com